Dalam Segala Sesuatu

Posted in Rohani on October 14, 2009 by yeziel

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8 : 28

mo share sesuatu disini, khususnya buat kalian yang aku tag…
selama perjalanan pulang dari PMK tadi, ayat ini terus menggaung di hati. Ada sesuatu yang luar biasa dari ayat ini :

  1. Allah bekerja dalam segala sesuatu, Dia mampu mengerjakan segala sesuatu yang sedang kita perjuangkan dalam hidup kita. Dia Maha Sanggup, sebab tidak terbatas kuasa-Nya
  2. untuk apa Dia mau mengerjakannya ? Untuk mendatangkan kebaikan, kalau pada finishnya nanti bukan hal – hal yang baik yang terjadi, berarti ada pertanyaan, “selain diri kita yang berjuang, siapa yang kita libatkan ?”
  3. lalu untuk siapa Dia mengerjakan semuanya itu ? bagi mereka yang mengasihi Dia lalu apa yang membuat kita menjadi orang – orang “yang mengasihi Dia” ?”
  4. yang membuat kita menjadi bagian dari “orang – orang yang mengasihi Dia” adalah ketika kita terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Bukan rencana kita sendiri. Bukan keinginan kita sendiri, rencana-Nya memang sangat besar dalam hidup kita. Sampai – sampai kita sering mengeluh ketika berjalan didalam rencana-Nya. Protes tentang kuliah kita yang berantakan, protes tentang adanya tantangan berat dalam pelayanan, protes tentang kondisi pekerjaan kita yang seringkali menuntut waktu terlalu banyak, protes ini dan itu dan lain – lain dan sebagainya.

masuk dalam rencana Allah itu memang anugerah yang luar biasa. Tapi kita dituntut untuk setia dan tekun sampai akhir, sampai akhirnya rencana Allah menghasilkan buah yang bisa mempermuliakan nama-Nya…

God Bless you !!!

Belajar dari Mikha

Posted in Rohani on October 10, 2009 by yeziel

“Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: “Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.”
Tetapi Mikha menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan.”"

Mikha 22 : 13 – 14

Ikut pendapat kebanyakan orang. Itulah statement yang mendasari tindakan beberapa orang ketika mengambil keputusan. Mereka cenderung mengikuti sistem, tatanan atau kebiasaan kelompok tertentu tanpa mengetahui benar atau tidaknya keputusan atau tindakan tersebut. Hal itu kadang didasari oleh karena ketakutan, ketidakpedulian, kesetikawanan atau tidak punya prinsip sendiri. Itulah yang dialami Mikha. Ia harus melawan “nubuatan” 400 orang nabi – nabi yang dipercaya Ahab untuk mencari tahu tentang peluang kemenangan melawan Raja negeri Aram.

Posisi Mikha saat itu sangat tidak mengenakkan karena Ahab memang tidak suka dengan nubuatan yang disampaikan Tuhan melalui Mikha. Padahal apa yang disampaikan Mikha adalah suatu kebenaran yang memang menyakitkan bagi Ahab. Bagaimana dengan kita ? Beranikah kita mengungkap dan berpegang pada kebenaran ketika banyak orang – orang disekitar kita melakukan hal yang tidak benar. Dan beranikah kita tetap berpegang pada kebenaran dan menghadapi semua resikonya ?..

Selama kebenaran kita memiliki prinsip yang baik dan sesuai dengan nilai – nilai Firman dan norma yang ada, jangan takut untuk melangkah. Percaya dan lakukanlah meskipun banyak orang – orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan. Karena pada akhirnya nanti, kebenaranlah yang akan menang…

Tuhan memberkati…

Lembah Penentuan

Posted in Rohani on October 9, 2009 by yeziel

Pada suatu hari, terjadilah pertempuran antara bangsa Israel dan bangsa Filistin.  Kedua pasukan – pasukan mereka terpisah oleh lembah didepan mereka. Yang aneh adalah, dari pihak Filistin mengirimkan 1 orang wakilnya untuk turun ke lembah dan menantang orang Israel dan orang Israel menanggapi dengan gentar tantangan orang itu, seolah – olah pasukan Israel sangat ragu dengan kekuatan mereka. Nama orang Filistin itu Goliat. (1 Samuel 17)

Sobat, seringkali kita kondisi kehidupan kita mengambarkan kehidupan kita. Kita seringkali hanya berdiri menonton, menunggu dan bahkan gentar ketika melihat semua kesulitan dan tantangan hidup “mencemooh” dan “menantang” kita.Di otak kita cuma terisi dengan satu kata “KETAKUTAN”. Ketakutan membuat kita gentar, tidak percaya diri dan cenderung meragukan kemampuan yang sudah Tuhan beri dalam hidup kita. Ketakutan seringkali membuat kita memilih untuk bersembunyi dibanding menyelesaikan dan menghadapi masalah kita.

Namun kisah diawal tadi tidak berakhir dengan memalukan. Ada seorang anak muda yang berani menanggapi tantangan Goliat. Nama anak itu ialah Daud. Dia berani menghadapi Goliat di lembah penentuan. Bangsa Israel pun kalau dipikir tidak pernah menyangka, kalau Goliat akhirnya tewas ditangan seorang pemuda yang turun ke lembah hanya bersenjatakan 5 batu, 1 pelontar (umban), 1 tongkat dan tidak memakai perlengkapan perang apapun. Wow, amazing !!! (1 Samuel 17)

Apa yang membuat Daud sukses di Lembah Penentuan ?

  1. Rasa percaya yang besar dan ketergantungan dirinya kepada Allah. ” TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. (1 Samuel  17 : 37)”
  2. Tidak mengandalkan nasehat manusia. Coba baca bagaimana Saul menyangka bahwa semua perisai dan peralatan perangnya mampu melindungi Daud. Namun pada akhirnya Daud melepaskan semua perlengkapan perang tersebut. Dan terbukti juga bahwa pada akhirnya perlengkapan perang yang diberikan Saul benar – benar useless. Karena Allah sendiri yang bekerja membarikan hikmat pada Daud untuk memenangkan pertempurannya.
  3. Daud berani melangkah maju. Ini lah kunci terakhir kemenangan Daud. Dia berani maju melangkah menghadapi Goliat. Keberaniannya membuat dia menikmati keberhasilan.

Kemenangan Daud di Lembah Penentuan benar – benar membawa terobosan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, Daud menjadi orang kenamaan di Israel dan pada akhirnya dia menjadi raja yang luar biasa di Israel. Jika kita berani turun ke “Lembah Penentuan” dalam hidup kita, maka kita akan mampu menikmati keajaiban dan pertolongan Tuhan.

Beranilah mengambil langkah, percayalah pada kekuatan Allah dan jangan bersandar pada kekuatan kita sendiri. Tuhan memberkati

*kata – kata “Lembah Penentuan” hanyalah istilah yang saya gunakan

Yes, HE can

Posted in Rohani on August 5, 2009 by yeziel

“Tuhan itu mampu mengadakan apa yang tidak ada. Dan spesialnya lagi, Tuhan itu mampu meniadakan apa yang sudah ada. “

Percaya kepada Dia. Berusaha di dalam nama-Nya. Jangan pernah menyerah karena kita tahu bahwa sesungguhnya anugerah-Nya lah yang menyempurnakan setiap pekerjaan tangan kita.

Tuhan memberkati….

Entah Kemana

Posted in Rohani on August 4, 2009 by yeziel

Malam ini saya merenungkan sesuatu tentang kisah Abraham. Buat saya, kisah Abraham ini kisah tentang kepercayaan kepada Tuhan yang sungguh – sungguh luar biasa. Bayangkan, Abraham sebenarnya keluar dari Ur-Kasdim tanpa tahu kemana arah ke  negeri yang dijanjikan itu. Itu merupakan “gambling” yang sangat tidak masuk akal. Abraham berjalan entah kemana tapi akhirnya sampai juga ke tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan itu. Yang jadi rahasianya cuma 1, kepekaannya terhadap suara Tuhan. Modal yang sangat luar biasa.

Asalkan ada kepekaan terhadap suara Tuhan, kita tidak perlu takut untuk melangkah di jalan yang nampaknya jalan itu merupakan jalan yang asing untuk kita lalui. Kepekaan terhadap suara Tuhan membuat kita tahu kemana Tuhan menuntun kita.

Tuhan memberkati….

Percepatan

Posted in Rohani on July 16, 2009 by yeziel

PERCEPATAN (dalam hal apapun) membutuhkan kerjasama 2 pihak, yaitu kita dan Tuhan. Tanpa kita bekerjasama dengan Tuhan, kita hanya bisa jadi penonton saja dalam kegerakan yang sedang Tuhan buat dalam kehidupan orang – orang-Nya. Ketika yang lain sudah menikmati buahnya, kita hanya akan duduk mengasihani diri dan menyesali semua waktu dan kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk kita mengalami percepatan.

PERCEPATAN membutuhkan pengorbanan dan jerih payah yang besar. Disanalah iman kita akan diuji, ketaatan kita akan dipertanyakan serta dedikasi dan integritas kita akan Tuhan koreksi. Tanpa kesiapan dan kepercayaan yang sungguh – sungguh terhadap rencana Allah yang besar dalam hidup kita, kita tidak akan bisa melihat sesuatu yang akan kita raih kedepan. Tapi selama kita terus percaya pada-Nya dan tidak sedikitpun meragukan rencana-Nya maka kita akan terus bisa menatap tegar kedepan sekalipun akan nampak badai besar yang siap mengoyahkan kita.

Tuhan Memberkati,

Jika….

Posted in Curhat, Rohani on July 6, 2009 by yeziel

Jika Tuhan bisa membuatku bermimpi
Dia pun bisa membawaku berlari meraihnya
Jika kemudian kudapati mimpi itu terlalu tinggi untuk kuraih
Tuhan akan membawaku dengan kepak sayap-Nya meraih mimpi itu

Kekuatan-Nya tidak terukur
Jalan-Nya tak terselami
Tak terduga kasih-Nya
Segala rencana-Nya indah bagi orang – orang yang hidup dan bergantung pada-Nya

Telah terbukti bahwa anugerah-Nya menyertai orang – orang yang mengasihi-Nya
berkat – berkat-Nya mengalir pada orang – orang yang selalu menantikan-Nya
untuk orang – orang yang melakukan kehendak-Nya dengan ketaatan dan kesetiaan,
akan muncul baginya cahaya kekuatan, sinar harapan.
dan matanya akan melihat penggenapan janji Allah yang luar biasa

melalui hari – hari bersama Tuhan memang tidak menjajikan akan hidup tanpa masalah
tapi ketika kita hidup didalam kebenaran-Nya, ada kekuatan baru yang akan selalu menyertai kita

Tuhan memberkati….

Jaga Jarak

Posted in Rohani on June 10, 2009 by yeziel

She kept begging Joseph day after day, but he refused to do what she wanted or even to go near her.

Genesis 39 : 10

Kisah diatas tentu sudah tidak asing bagi kita sebagai umat Kristen. Cerita tersebut menunjukkan saat – saat perjuangan Yusuf untuk terus menjaga kekudusan hidupnya. Padahal kalau kita membaca kalimat diatas ada kata – kata “day by day” yang artinya kesempatan untuk berzinah sangat terbuka setiap harinya. Sebagai seorang pria, ini merupakan tantangan yang besar dalam hidupnya. Namun apa yang Yusuf lakukan ? Dia menolak dan membuat jarak dengan istri Potifar. Dia lebih memilih menjaga kekudusannya daripada mencemarkan dirinya dengan kesenangan / kenikmatan yang bersifat sementara saja.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil pelajaran yang sangat luar biasa terutama untuk kita yang sedang dalam perjuangan untuk melepaskan ikatan dosa (apapun bentuknya). Hal pertama yang harus dilakukan jika kita benar – benar ingin terlepas dari dosa yang mengikat kita adalah menolak saat ada kesempatan berbuat dosa. Ini merupakan titik awal yang sangat menentukan. Menolak keinginan untuk berbuat dosa memang tidak mudah. Saya sering mengartikannya sebagai “Peperangan dalam pikiran”. Saudara akan mampu menang dalam peperangan ini jika saudara memiliki keinginan  kuat untuk menjadi orang yang bebas dari ikatan dosa tersebut. Oleh karena itu, minta kekuatan dari Tuhan Yesus untuk menguatkan saudara.

Kedua, saudara harus membuat jarak dengan kesempatan untuk berbuat dosa. Dalam tahap ini, ada dua hal yang harus saudara lakukan :

  • Belajarlah memiliki integritas dan komitmen yang sungguh – sungguh untuk menjauhi hal – hal yang membuka kesempatan untuk saudara melakukan dosa tersebut. Contoh, jika saudara ingin bebas dari pornografi di internet, saudara harus membatasi aktivitas saudara dengan internet. Dan jika keinginan untuk membuka situs  – situs porno mulai muncul, maka cepat – cepat matikan komputer saudara . Intinya jangan cobai diri saudara sendiri
  • Miliki relationship dengan Tuhan. Saya sangat percaya, ketika kita mulai memiliki hubungan yang indah dengan Tuhan, maka hati, pikiran, kehendak dan perbuatan kita pun turut diperbarui. Miliki komitmen untuk membaca, merenungkan, melakukan Firman dan berdoa setiap hari. Intinya ialah berjaga – jaga.

Menolak dan menjauhi dosa adalah hal yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan kesempatan untuk berbuat dosa.

Tuhan memberkati…

Hastitated = Ragu

Posted in Rohani on June 4, 2009 by yeziel

When he hesitated, the men grasped his hand and the hands of his wife and of his two daughters and led them safely out of the city, for the LORD was merciful to them.

Genesis 19 : 16

(New International Version)

Ayat di atas menceritakan kejadian pada waktu menit – menit sebelum Sodom dan Gomora dimusnahkan oleh Tuhan. Kita dapat melihat reaksi Lot pada saat itu. Alkitab versi NIV menggambarkan dengan jelas sikap Lot pada saat itu, yaitu ragu – ragu (hastitated).

Dalam hidup ini, jika sikap ragu – ragu menguasai hidup kita, maka kita akan cenderung jadi orang yang lambat. Lambat untuk berpikir dan lambat untuk bertindak. Kita akan mengalami stagnasi di perjalanan hidup kita. Sikap ragu – ragu akan membuat kita merasa tidak percaya terhadap apa yang Tuhan sedang rancangkan dalam hidup kita. Sikap ragu – ragu akan menghambat pertumbuhan iman kita. Padahal iman sendiri artinya “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11 : 1)“.

Bagaimana kita mengaku sebagai orang beriman jika kita masih memiliki keraguan terhadap rencana Tuhan dalam hidup kita ?

Hanya Dekat Allah Saja

Posted in Curhat on June 3, 2009 by yeziel

masih seperti biasanya aku bangun jam setengah delapan pagi (dan aku terus berjuang untuk bangun lebih awal). kok perasaanku gak enak. mau berdoa kok rasanya ada yang mengganjal. aku menantiNya lama sekali, tidak ada 1 katapun keluar dari mulutku. pada akhir penantian, aku membaca 2 pasal Firman Tuhan. aku berkata pada-Nya, “apapun yang akan terjadi, aku akan tetap menanti-Mu sebagaimana Kau selalu menanti pertobatanku.”

aku mulai membuka account FB ku sambil diiringi lagu – lagu bang Frengky Sihombing dari album Saat menyembah 1. Aku terus bernyanyi mengikuti lagu – lagu itu. sampai akhirnya sampai pada lagu ini :

HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU MERASA TENANG
DARI PADANYALAH KESLAMATANKU
HANYA DIA GUNUNG BATU DAN KESLAMATANKU

HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU MERASA TENANG
DARI PADANYALAH KESLAMATANKU
HANYA DIA GUNUNG BATU DAN KESLAMATANKU

DIA KOTA BENTENGKU
AKU TAKAN GOYAH PADA ALLAH ADA KESLAMATANKU
DAN KEMULIAANKU…
GUNUNG BATU KEKUATANKU TEMPAT PERLIDUNGANKU
DIALAH ALLAH KESLAMATANKU…

DIA ANGKAT DIRIKU DARI KEGELAPAN
DAN BAWA KU MASUK KEPADA TERANGNYA YANG AJAIB

DIALAH YANG TRIMA SGALA PUJIAN DAN KEMULIAAN
DIALAH ALLAH KESLAMATANKU…

hati ini benar – benar damai, aku mengucap syukur pada-Mu………..
oh God, hampir 1 tahun aku mengingat peristiwa itu….

Kau minta apa yang paling berharga dalam diriku..