Archive for June, 2009

Jaga Jarak

Posted in Rohani on June 10, 2009 by yeziel

She kept begging Joseph day after day, but he refused to do what she wanted or even to go near her.

Genesis 39 : 10

Kisah diatas tentu sudah tidak asing bagi kita sebagai umat Kristen. Cerita tersebut menunjukkan saat – saat perjuangan Yusuf untuk terus menjaga kekudusan hidupnya. Padahal kalau kita membaca kalimat diatas ada kata – kata “day by day” yang artinya kesempatan untuk berzinah sangat terbuka setiap harinya. Sebagai seorang pria, ini merupakan tantangan yang besar dalam hidupnya. Namun apa yang Yusuf lakukan ? Dia menolak dan membuat jarak dengan istri Potifar. Dia lebih memilih menjaga kekudusannya daripada mencemarkan dirinya dengan kesenangan / kenikmatan yang bersifat sementara saja.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil pelajaran yang sangat luar biasa terutama untuk kita yang sedang dalam perjuangan untuk melepaskan ikatan dosa (apapun bentuknya). Hal pertama yang harus dilakukan jika kita benar – benar ingin terlepas dari dosa yang mengikat kita adalah menolak saat ada kesempatan berbuat dosa. Ini merupakan titik awal yang sangat menentukan. Menolak keinginan untuk berbuat dosa memang tidak mudah. Saya sering mengartikannya sebagai “Peperangan dalam pikiran”. Saudara akan mampu menang dalam peperangan ini jika saudara memiliki keinginan  kuat untuk menjadi orang yang bebas dari ikatan dosa tersebut. Oleh karena itu, minta kekuatan dari Tuhan Yesus untuk menguatkan saudara.

Kedua, saudara harus membuat jarak dengan kesempatan untuk berbuat dosa. Dalam tahap ini, ada dua hal yang harus saudara lakukan :

  • Belajarlah memiliki integritas dan komitmen yang sungguh – sungguh untuk menjauhi hal – hal yang membuka kesempatan untuk saudara melakukan dosa tersebut. Contoh, jika saudara ingin bebas dari pornografi di internet, saudara harus membatasi aktivitas saudara dengan internet. Dan jika keinginan untuk membuka situs  – situs porno mulai muncul, maka cepat – cepat matikan komputer saudara . Intinya jangan cobai diri saudara sendiri
  • Miliki relationship dengan Tuhan. Saya sangat percaya, ketika kita mulai memiliki hubungan yang indah dengan Tuhan, maka hati, pikiran, kehendak dan perbuatan kita pun turut diperbarui. Miliki komitmen untuk membaca, merenungkan, melakukan Firman dan berdoa setiap hari. Intinya ialah berjaga – jaga.

Menolak dan menjauhi dosa adalah hal yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan kesempatan untuk berbuat dosa.

Tuhan memberkati…

Hastitated = Ragu

Posted in Rohani on June 4, 2009 by yeziel

When he hesitated, the men grasped his hand and the hands of his wife and of his two daughters and led them safely out of the city, for the LORD was merciful to them.

Genesis 19 : 16

(New International Version)

Ayat di atas menceritakan kejadian pada waktu menit – menit sebelum Sodom dan Gomora dimusnahkan oleh Tuhan. Kita dapat melihat reaksi Lot pada saat itu. Alkitab versi NIV menggambarkan dengan jelas sikap Lot pada saat itu, yaitu ragu – ragu (hastitated).

Dalam hidup ini, jika sikap ragu – ragu menguasai hidup kita, maka kita akan cenderung jadi orang yang lambat. Lambat untuk berpikir dan lambat untuk bertindak. Kita akan mengalami stagnasi di perjalanan hidup kita. Sikap ragu – ragu akan membuat kita merasa tidak percaya terhadap apa yang Tuhan sedang rancangkan dalam hidup kita. Sikap ragu – ragu akan menghambat pertumbuhan iman kita. Padahal iman sendiri artinya “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11 : 1)“.

Bagaimana kita mengaku sebagai orang beriman jika kita masih memiliki keraguan terhadap rencana Tuhan dalam hidup kita ?

Hanya Dekat Allah Saja

Posted in Curhat on June 3, 2009 by yeziel

masih seperti biasanya aku bangun jam setengah delapan pagi (dan aku terus berjuang untuk bangun lebih awal). kok perasaanku gak enak. mau berdoa kok rasanya ada yang mengganjal. aku menantiNya lama sekali, tidak ada 1 katapun keluar dari mulutku. pada akhir penantian, aku membaca 2 pasal Firman Tuhan. aku berkata pada-Nya, “apapun yang akan terjadi, aku akan tetap menanti-Mu sebagaimana Kau selalu menanti pertobatanku.”

aku mulai membuka account FB ku sambil diiringi lagu – lagu bang Frengky Sihombing dari album Saat menyembah 1. Aku terus bernyanyi mengikuti lagu – lagu itu. sampai akhirnya sampai pada lagu ini :

HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU MERASA TENANG
DARI PADANYALAH KESLAMATANKU
HANYA DIA GUNUNG BATU DAN KESLAMATANKU

HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU MERASA TENANG
DARI PADANYALAH KESLAMATANKU
HANYA DIA GUNUNG BATU DAN KESLAMATANKU

DIA KOTA BENTENGKU
AKU TAKAN GOYAH PADA ALLAH ADA KESLAMATANKU
DAN KEMULIAANKU…
GUNUNG BATU KEKUATANKU TEMPAT PERLIDUNGANKU
DIALAH ALLAH KESLAMATANKU…

DIA ANGKAT DIRIKU DARI KEGELAPAN
DAN BAWA KU MASUK KEPADA TERANGNYA YANG AJAIB

DIALAH YANG TRIMA SGALA PUJIAN DAN KEMULIAAN
DIALAH ALLAH KESLAMATANKU…

hati ini benar – benar damai, aku mengucap syukur pada-Mu………..
oh God, hampir 1 tahun aku mengingat peristiwa itu….

Kau minta apa yang paling berharga dalam diriku..

Berjalan dalam Visi

Posted in Rohani on June 2, 2009 by yeziel

Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.

Kejadian 13 : 17

Menurut Firman Tuhan di atas, kita akan melihat bahwa Tuhan tidak hanya memberikan gambaran kepada Abram tentang tanah yang dijanjikan-Nya (Kejadian 13 : 14 – 15). Abraham harus berjalan untuk melihat negeri Kanaan secara dekat dan detail.

Jika kita merefleksikannya dalam hidup kita, maka kita akan tahu bahwa memiliki visi dari Tuhan saja tidak cukup. Kita perlu berjalan terus dalam area visi yang kita dapatkan dari Tuhan. Apa gunanya berjalan dalam area visi kita ?

  • Melatih kekuatan tubuh dan roh kita untuk menerima pengenapan visi Tuhan. Ini sangat penting karena visi yang diberikan Tuhan bukanlah visi yang sederhana ataupun kecil. Visi yang diberikan Tuhan menyangkut masa depan, kehidupan dan orang – orang disekitar kita. Visi yang diberikan Tuhan dalam hidup kita memungkinkan terjadinya perubahan  besar – besaran dalam hidup kita.
  • Melihat secara detil visi Tuhan. Kita perlu melihat visi Tuhan secara detil, tidak separuh – separuh.  Bagaimana caranya ? Yaitu dengan berdoa untuk meminta kepada Tuhan menyingkapkan langkah – langkah yang harus kita lakukan agar visi itu tergenapi dalam hidup kita.