GARUDA

Posted in Uncategorized on November 21, 2011 by yeziel

kita mungkin kecewa
kita mungkin marah
kita mungkin terpukul

tapi yakinlah…GARUDA tempatnya tetap ada di angkasa

tetap support terbaik untukmu GARUDA ku
kita memang sedang kalah dan tertunduk
namun kita kalah bukan karena menyerah
100 menit lebih sudah dilalui dengan semangat yang tak henti

tidak ada yang mengecewakan malam ini
semua sudah memberi yang terbaik

Selamat malam GARUDA MUDA….beristirahatlah dengan nyenyak

Perjuangan

Posted in Uncategorized on August 13, 2010 by yeziel

apa yang terletak diantara kehidupan dan kematian ialah perjuangan. kita berjuang sejak kita dilahirkan di bumi. kita berjuang sejak pertama kali kita bisa berdiri, berjalan dan berkata – kata. bahkan sampai sekarang, masing – masing dari kita masih terus saja berjuang dalam hal yang berbeda – beda. perjuangan membuat kita mengerti hidup ini tidak mudah. perjuangan membuat kita semakin dewasa dalam merseponi setiap hal yang terjadi dalm hidup kita. perjuangan membuat kita terus menyadari bahwa sejak kita membuka mata, kita harus melangkah dan bahkan berlari. dan ketika kita akan menutup mata, perjuangan membuat kita menyadari bahwa kita sudah sedemikian bertumbuh.

perjuangan tidak saja hanya melibatkan pikiran dan tenaga. namun juga melibatkan hati. hati yang tawar membuat perjuangan makin terasa sulit. namun hati yang berapi – api membuat perjuangan terasa nyaman dan mudah. karena sumbernya dari hati, maka milikilah kebesaran hati untuk menerima segala sesuatu yang terjadi yang diluar kendali dan kuasa kita. milikilah kebulatan tekad meskipun itu juga tidak berarti memaksakan kehendak. namun yang terpenting, sudahkah kita meminta restu pada SANG PENCIPTA sebelum kita berjuang ? karena dari BELIAU lah segala kemudahan akan kita dapatkan

Selamat berjuang kawan – kawanku…

Tidak Berakar Kuat

Posted in Rohani on February 8, 2010 by yeziel

“The seeds in the gravel are those who hear with enthusiasm, but the enthusiasm doesn’t go very deep. It’s only another fad, and the moment there’s trouble it’s gone. ” (Luke 8 : 13)

(The Messege Version)

tentu perumpamaan ini sudah tidak asing bagi kita semua, perumpamaan tentang seorang penabur. Salah satu tipe “tempat jatuhnya” benih yang ditabur oleh sang penabur adalah tanah berbatu. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa orang yang memiliki hati seperti tanah berbatu ini adalah orang – orang yang mendengar firman Tuhan dengan senang hati. Dalam terjemahan lain diterjamahkan sebagai “dengan penuh gelora (enthusiasm)”. Orang seperti ini dijaman sekarang adalah orang – orang Kristen yang suka memanfaatkan event – event tertentu untuk memiliki kedekatan dengan Tuhan. Maksudnya ialah orang – orang yang suka memanfaatkan acara – acara seperti KKR, Doa Pelepasan, Doa dengan Penumpangan tangan atau acara – acara rohani lainnya yang terlihat “wah” atau “megah”.

Memang tidak salah jika kita menyukai atau selalu hadir dalam acara – acara semacam itu. Baik untuk roh kita. Tapi yang jadi masalah ialah tindak lanjut setelah kita meninggalkan acara – acara semacam itu. Apakah kita masih mau menjaga api yang sudah Tuhan berikan untuk kita ? Apakah kita masih menjaga urapan yang sudah Tuhan berikan untuk kita ?

Orang yang hanya memanfaatkan event – event tersebut tidak akan pernah kuat akar rohnya. Karena jika kita hanya memanfaatkan acara- acara itu tanpa kita memelihara apa yang Tuhan beri lewat acara – acara kerohanain tersebut semuanya akan sia – sia. Kita hanya akan menjadi orang – orang yang mau enaknya saja. Biasanya orang – orang semacam ini disebut Kristen Gampangan. Suka – sukanya minta, tapi tidak mau memelihara dan menjaga apa yang Tuhan beri.

Dan ketika masa ujian datang, dengan mudahnya iman akan gugur dan cenderung jadi orang yang suka menyalahkan Tuhan atas kondisi yang dihadapi. Malah bisa – bisa murtad dan menjauh dari Tuhan. Barang siapa berakar kuat didalam Dia, maka angin sekencang apapun tidak akan merobohkan pohon imanmu.

mari kita semakin berakar kuat di dalam Dia.
Tuhan memberkati.

Dalam Segala Sesuatu

Posted in Rohani on October 14, 2009 by yeziel

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8 : 28

mo share sesuatu disini, khususnya buat kalian yang aku tag…
selama perjalanan pulang dari PMK tadi, ayat ini terus menggaung di hati. Ada sesuatu yang luar biasa dari ayat ini :

  1. Allah bekerja dalam segala sesuatu, Dia mampu mengerjakan segala sesuatu yang sedang kita perjuangkan dalam hidup kita. Dia Maha Sanggup, sebab tidak terbatas kuasa-Nya
  2. untuk apa Dia mau mengerjakannya ? Untuk mendatangkan kebaikan, kalau pada finishnya nanti bukan hal – hal yang baik yang terjadi, berarti ada pertanyaan, “selain diri kita yang berjuang, siapa yang kita libatkan ?”
  3. lalu untuk siapa Dia mengerjakan semuanya itu ? bagi mereka yang mengasihi Dia lalu apa yang membuat kita menjadi orang – orang “yang mengasihi Dia” ?”
  4. yang membuat kita menjadi bagian dari “orang – orang yang mengasihi Dia” adalah ketika kita terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Bukan rencana kita sendiri. Bukan keinginan kita sendiri, rencana-Nya memang sangat besar dalam hidup kita. Sampai – sampai kita sering mengeluh ketika berjalan didalam rencana-Nya. Protes tentang kuliah kita yang berantakan, protes tentang adanya tantangan berat dalam pelayanan, protes tentang kondisi pekerjaan kita yang seringkali menuntut waktu terlalu banyak, protes ini dan itu dan lain – lain dan sebagainya.

masuk dalam rencana Allah itu memang anugerah yang luar biasa. Tapi kita dituntut untuk setia dan tekun sampai akhir, sampai akhirnya rencana Allah menghasilkan buah yang bisa mempermuliakan nama-Nya…

God Bless you !!!

Belajar dari Mikha

Posted in Rohani on October 10, 2009 by yeziel

“Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: “Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.”
Tetapi Mikha menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan.””

Mikha 22 : 13 – 14

Ikut pendapat kebanyakan orang. Itulah statement yang mendasari tindakan beberapa orang ketika mengambil keputusan. Mereka cenderung mengikuti sistem, tatanan atau kebiasaan kelompok tertentu tanpa mengetahui benar atau tidaknya keputusan atau tindakan tersebut. Hal itu kadang didasari oleh karena ketakutan, ketidakpedulian, kesetikawanan atau tidak punya prinsip sendiri. Itulah yang dialami Mikha. Ia harus melawan “nubuatan” 400 orang nabi – nabi yang dipercaya Ahab untuk mencari tahu tentang peluang kemenangan melawan Raja negeri Aram.

Posisi Mikha saat itu sangat tidak mengenakkan karena Ahab memang tidak suka dengan nubuatan yang disampaikan Tuhan melalui Mikha. Padahal apa yang disampaikan Mikha adalah suatu kebenaran yang memang menyakitkan bagi Ahab. Bagaimana dengan kita ? Beranikah kita mengungkap dan berpegang pada kebenaran ketika banyak orang – orang disekitar kita melakukan hal yang tidak benar. Dan beranikah kita tetap berpegang pada kebenaran dan menghadapi semua resikonya ?..

Selama kebenaran kita memiliki prinsip yang baik dan sesuai dengan nilai – nilai Firman dan norma yang ada, jangan takut untuk melangkah. Percaya dan lakukanlah meskipun banyak orang – orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan. Karena pada akhirnya nanti, kebenaranlah yang akan menang…

Tuhan memberkati…

Lembah Penentuan

Posted in Rohani on October 9, 2009 by yeziel

Pada suatu hari, terjadilah pertempuran antara bangsa Israel dan bangsa Filistin.  Kedua pasukan Рpasukan mereka terpisah oleh lembah didepan mereka. Yang aneh adalah, dari pihak Filistin mengirimkan 1 orang wakilnya untuk turun ke lembah dan menantang orang Israel dan orang Israel menanggapi dengan gentar tantangan orang itu, seolah Рolah pasukan Israel sangat ragu dengan kekuatan mereka. Nama orang Filistin itu Goliat. (1 Samuel 17)

Sobat, seringkali kita kondisi kehidupan kita mengambarkan kehidupan kita. Kita seringkali hanya berdiri menonton, menunggu dan bahkan gentar ketika melihat semua kesulitan dan tantangan hidup “mencemooh” dan “menantang” kita.Di otak kita cuma terisi dengan satu kata “KETAKUTAN”. Ketakutan membuat kita gentar, tidak percaya diri dan cenderung meragukan kemampuan yang sudah Tuhan beri dalam hidup kita. Ketakutan seringkali membuat kita memilih untuk bersembunyi dibanding menyelesaikan dan menghadapi masalah kita.

Namun kisah diawal tadi tidak berakhir dengan memalukan. Ada seorang anak muda yang berani menanggapi tantangan Goliat. Nama anak itu ialah Daud. Dia berani menghadapi Goliat di lembah penentuan. Bangsa Israel pun kalau dipikir tidak pernah menyangka, kalau Goliat akhirnya tewas ditangan seorang pemuda yang turun ke lembah hanya bersenjatakan 5 batu, 1 pelontar (umban), 1 tongkat dan tidak memakai perlengkapan perang apapun. Wow, amazing !!! (1 Samuel 17)

Apa yang membuat Daud sukses di Lembah Penentuan ?

  1. Rasa percaya yang besar dan ketergantungan dirinya kepada Allah. ” TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. (1 Samuel¬† 17 : 37)”
  2. Tidak mengandalkan nasehat manusia. Coba baca bagaimana Saul menyangka bahwa semua perisai dan peralatan perangnya mampu melindungi Daud. Namun pada akhirnya Daud melepaskan semua perlengkapan perang tersebut. Dan terbukti juga bahwa pada akhirnya perlengkapan perang yang diberikan Saul benar – benar useless. Karena Allah sendiri yang bekerja membarikan hikmat pada Daud untuk memenangkan pertempurannya.
  3. Daud berani melangkah maju. Ini lah kunci terakhir kemenangan Daud. Dia berani maju melangkah menghadapi Goliat. Keberaniannya membuat dia menikmati keberhasilan.

Kemenangan Daud di Lembah Penentuan benar – benar membawa terobosan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, Daud menjadi orang kenamaan di Israel dan pada akhirnya dia menjadi raja yang luar biasa di Israel. Jika kita berani turun ke “Lembah Penentuan” dalam hidup kita, maka kita akan mampu menikmati keajaiban dan pertolongan Tuhan.

Beranilah mengambil langkah, percayalah pada kekuatan Allah dan jangan bersandar pada kekuatan kita sendiri. Tuhan memberkati

*kata – kata “Lembah Penentuan” hanyalah istilah yang saya gunakan

Yes, HE can

Posted in Rohani on August 5, 2009 by yeziel

“Tuhan itu mampu mengadakan apa yang tidak ada. Dan spesialnya lagi, Tuhan itu mampu meniadakan apa yang sudah ada. ”

Percaya kepada Dia. Berusaha di dalam nama-Nya. Jangan pernah menyerah karena kita tahu bahwa sesungguhnya anugerah-Nya lah yang menyempurnakan setiap pekerjaan tangan kita.

Tuhan memberkati….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.