Penakluk Badai

Setiap orang memiliki kesulitan dan tantangan hidup yang berbeda – beda. Respon dan sikap yang ditunjukkan orang – orang pun beragam. Ada yang depresi lalu bunuh diri. Ada yang menyendiri dan mencari tempat sunyi. Ada pula yang bingung gak karuan, mondar – mandir ga jelas. Ada juga yang diam – diam namun berlinangkan air mata. Hmmmm……..respon yang menarik dari mahkluk ciptaan Tuhan. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Depresi, bingung, cemas dan ragu jadi satu. Seolah ini merupakan roti kombinasi namun yang berbeda ialah rasa “roti” yang satu ini pahit.

Mari kita sejenak menengok harapan dibalik jawaban yang ada dalam firman Tuhan dalam Matius 8 : 24 – 27. “Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali”(ayat 26). Seringkali ketakutan membuat kita buta akan kenyataan sebenarnya bahwa Tuhan selalu dalam hidup kita. Besarnya rasa takut saat kita sedang dalam masalah seringkali lebih besar dari besarnya kepercayaan kita terhadap kekuatan Tuhan.

Hal yang perlu kita lakukan saat kita mengalami tekanan hidup sebenarnya ialah tetap percaya pada-Nya sekalipun keadaan tidak seperti yang kita harapkan. Tetap percaya itu seperti Yusuf saat dibuang ke sumur dan dijual ke Mesir, ia percaya bahwa penyertaan Tuhan itu nyata. Tetap percaya itu seperti Daud yang berhadapan dengan Goliat. Meskipun dengan tubuh yang kecil, dia tidak ragu untuk mengalahkan Goliat karena ia percaya pada kekuatan Tuhan yang melebihi kekuatan alam semesta. Tetap percaya itu seperti Abraham yang memegang janji Allah bahwa ia akan memiliki keturunan meskipun rahim / kandungan istrinya telah tertutup.

Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai Tuhan. Jika Dia ijinkan kesulitan dan tantangan hidup terjadi dalam hidup kita, maka Tuhan akan berikan kita kekuatan untuk menanggung dan keluar dari semua tantangan itu.Jadilah penakluk badai karena Tuhan beserta kita dan selamat berjuang dengan hidup saudara. Tuhan memberkati….

Referensi :

Kejadian 18 : 1 – 15 (fokus pada ayat 14)

Kejadian 37 – 45

1 Samuel 17 : 40 – 58 (fokus pada ayat 47)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: