Fase Kepompong

Tema PMK Teknik UKDW minggu ini adalah tentang fase kepompong. Jika aku merenungkan tentang fase kepompong ini, banyak hal yang aku dapatkan. Memang di dalam kehidupan ke-Kristenan kita, kita harus siap menghadapi yang namanya fase kepompong. Fase kepompong adalah fase ketika Tuhan mengijinkan suatu (bahkan mungkin lebih) tekanan / ujian terjadi dalam hidup kita. Mengapa Tuhan mengijinkan tekanan ada dalam hidup kita ???

Jika kita merenungkan perkataan Firman Tuhan, maka kita akan tahu penyebab tekanan terjadi dalam hidup kita. Diantaranya :

  • Tuhan menegur kita karena kita telah jauh menyimpang dari jalan yang telah dirancang Tuhan. Atau bisa juga karena kita ceroboh dan melakukan dosa. Mikha 6 : 13Maka Aku pun mulai memukul engkau, menanduskan engkau oleh karena dosamu.“.
  • Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menerima bagian yang lebih besar dari apa yang sudah kita miliki saat ini. Ingat cerita Daud ? Yusuf ? atau kisah Ayub ? Yups, semuanya menikmati berkat yang sangat luar biasa dari Allah. Daud dikejar – kejar Saul untuk dibunuh. Yusuf dibuang, dijual, difitnah, dipenjara. Ayub hartanya dirampok habis – habisan, anak – anaknya mati, terkena penyakit kusat, istrinya pergi meninggalkan dia. Namun pada endingnya kita melihat bahwa Allah menganugerahkan berkat yang luar biasa dalam hidup mereka.

Memang jika kita sedang ada dalam fase ini, kita akan merasakan perasaan yang gak enak. Doa yang seolah – olah kering (seakan – akan doa kita mentok sampe diatas genting doank…), adanya rasa marah (karena biasanya kita merasa Tuhan jahat ama kita), mulai muncul banyak tanda tanya dalam hati dan pikiran kita. Friends, untuk dapat survive saat kita ada dalam fase kepompong ini adalah :

  1. Pererat hubungan kita dengan Tuhan (Saat Teduh maksud saya…). Dengan adanya saat teduh yang terus konsisten, maka setiap keputusan – keputusan yang kita ambil (meskipun dalam keadaan tertekan dan bingung) akan diarahkan oleh Roh Kudus. Sehingga kita dihindarkan dari kesalahan berpikir dan bertindak.
  2. Jangan menyerah untuk tetap berdoa. Mungkin kita merasa bahwa Tuhan sedang menyembunyikan hadirat – Nya ketika kita berdoa. Ya, memang benar. Tapi ingat, “Tuhan bersembunyi bukan untuk meninggalkan kita. Dia bersembunyi untuk kita temukan.”. Ini yang saya maksud “Bermain petak umpet dengan Yang Maha Kuasa.”. hhehehehhehehhehehe….
  3. Taat dan Setia mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Jangan sampai ketika kita sedang dalam kondisi tertekan, tugas dan tanggung jawab kita terbengkalai. Tetap lakukan yang terbaik, Tuhan pasti beri kekuatan.
  4. Bersemangatlah dan bersukacitalah. Firman Tuhan dalam Amsal 18 : 14 mengatakan bahwa, “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, ….”

Maka, bersiaplah untuk masuk dalam fase kepompong kapanpun juga. Seperti pujian mengatakan “Seperti pelangi sehabis hujan…..dibalik duka ku telah menanti, harta yang tak ternilai dan abadi.”. Tuhan memberkati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: