Membangun

“Jika kamu tinggal tetap di negeri ini, maka Aku akan membangun dan tidak akan meruntuhkan kamu, akan membuat kamu tumbuh dan tidak akan mencabut kamu… “

(Yeremia 42 : 10)

Firman itu di sampaikan Tuhan kepada nabi Yeremia disaat Yohanan dan Azarya meminta nabi Yeremia berdoa agar Tuhan memberitahukan jalan yang harus mereka dan sisa bangsa Israel tempuh, karena kota Yerusalem telah dihancurkan oleh kerajaan Babel. Dan setelah nabi Yeremia berdoa, sepuluh hari kemudian, Firman Tuhan tersebut datang kepadanya.

Inti dari Firman di atas adalah perintah untuk membangun apa yang sudah hancur. Jika kita aplikasikan dalam hidup kita, apa yang hancur itu bisa di contohkan sebagai keadaan persekutuan kita yang hancur, keadaan perkumpulan rohani – rohani kita yang hancur. Mungkin kita sudah putus asa melihat keadaan persekutuan yang kita layani semakin hari semakin sedikit orang – orangnya, atau ibadahnya mulai “kering”. Bahkan kita mulai mencari cara untuk “meninggalkan secara halus” persekutuan itu.

Friends, jika kamu mengalami hal seperti itu, apalagi jika kamu sebagai pemimpin dalam persekutuan itu, aku ada sedikit pengalaman yang mungkin bisa membantu kamu. Pernah suatu saat ketika aku melihat keadaan ibadah Kaum Muda di gerejaku yang semakin minggu semakin menurun, aku mulai putus asa. Aku ngomong ke papa kalo aku ingin mengundurkan diri aja dari jabatan Kaum Muda di gereja. Papa cuman menjawab dengan simpel “Jika kamu memimpin dalam keadaan yang baik – baik saja, itu hal yang biasa. Namun jika kamu memimpin dalam keadaan seperti ini, maka ketangguhan kepemimpinanmu sedang teruji.“. Dan sejak saat itu sampai sekarang saya masih belum menyerah untuk melayani di Kaum Muda.

Perintah Tuhan seperti dalam Firman diatas sudah sangat jelas “jika kamu tinggal tetap di negeri ini, maka Aku akan membangun“. Perintah untuk tetap tinggal meskipun tempat itu sudah hancur dan kelihatan di mata manusia bahwa tempat itu sudah tidak bisa dibangun lagi. Namun saat ini kita jangan hanya melihat dari persepsi atau sudut pandang manusia saja. Cobalah melihat dari persepsi atau sudut pandang  Allah bahwa nothing impossible for God, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dia akan memampukan kita untuk membangun kembali apa yang sudah hancur. Dia yang memberikan kekuatan dan hikmat agar kita tahu bagaimana kita harus membangun.

Demikian sedikit renungan di pagi hari ini. Tuhan memberkati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: