Puisi Sebelum Bobok

Terjebak diantara galangan dan halauan kapal
Entah kapan aku akan menginjak bumi lagi
Beranggapan bahwa langit itu khayal
Menghadapi sakit tak terperi

————————–————————–————–

Rasanya ingin bilang “Genggamlah kepingan hati ini !”
satu untukmu dan yang lain untukku
Rasanya ingin mengataimu “Untuk apa kau dihati ini ?”
Sedangkan rimba hatimu bukan untukku

————————–————————–————–

Andaikan aku seperti katamu “KEJAM”
Silahkan kau merajam, tetapi tetaplah terbungkam
Andaikan aku seperti katamu “INDAH”
Tak perlu bersumpah, atau meradang….
Aku memang INDAH

————————–————————–————–

Malam terkelam pun takkan mampu
menyembunyikan wajahmu yang tenang syahdu
Terik sinar siang pun hanya mampu
Merekam kenang indah suaramu

————————–————————–————–

Tak terpercik sedikitpun hati ini
Bara api yang kau bilang cinta
Tak menggigil sedikitpun perasaan ini
huh….sesuatu yang kau sebut itu luka

————————–————————–————–

One Response to “Puisi Sebelum Bobok”

  1. bet dah…

    habis gombal2an di FB..
    sekarang nulis puisi…

    melakolis amat sih yez??
    hehehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: