Archive for the Rohani Category

Tidak Berakar Kuat

Posted in Rohani on February 8, 2010 by yeziel

“The seeds in the gravel are those who hear with enthusiasm, but the enthusiasm doesn’t go very deep. It’s only another fad, and the moment there’s trouble it’s gone. ” (Luke 8 : 13)

(The Messege Version)

tentu perumpamaan ini sudah tidak asing bagi kita semua, perumpamaan tentang seorang penabur. Salah satu tipe “tempat jatuhnya” benih yang ditabur oleh sang penabur adalah tanah berbatu. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa orang yang memiliki hati seperti tanah berbatu ini adalah orang – orang yang mendengar firman Tuhan dengan senang hati. Dalam terjemahan lain diterjamahkan sebagai “dengan penuh gelora (enthusiasm)”. Orang seperti ini dijaman sekarang adalah orang – orang Kristen yang suka memanfaatkan event – event tertentu untuk memiliki kedekatan dengan Tuhan. Maksudnya ialah orang – orang yang suka memanfaatkan acara – acara seperti KKR, Doa Pelepasan, Doa dengan Penumpangan tangan atau acara – acara rohani lainnya yang terlihat “wah” atau “megah”.

Memang tidak salah jika kita menyukai atau selalu hadir dalam acara – acara semacam itu. Baik untuk roh kita. Tapi yang jadi masalah ialah tindak lanjut setelah kita meninggalkan acara – acara semacam itu. Apakah kita masih mau menjaga api yang sudah Tuhan berikan untuk kita ? Apakah kita masih menjaga urapan yang sudah Tuhan berikan untuk kita ?

Orang yang hanya memanfaatkan event – event tersebut tidak akan pernah kuat akar rohnya. Karena jika kita hanya memanfaatkan acara- acara itu tanpa kita memelihara apa yang Tuhan beri lewat acara – acara kerohanain tersebut semuanya akan sia – sia. Kita hanya akan menjadi orang – orang yang mau enaknya saja. Biasanya orang – orang semacam ini disebut Kristen Gampangan. Suka – sukanya minta, tapi tidak mau memelihara dan menjaga apa yang Tuhan beri.

Dan ketika masa ujian datang, dengan mudahnya iman akan gugur dan cenderung jadi orang yang suka menyalahkan Tuhan atas kondisi yang dihadapi. Malah bisa – bisa murtad dan menjauh dari Tuhan. Barang siapa berakar kuat didalam Dia, maka angin sekencang apapun tidak akan merobohkan pohon imanmu.

mari kita semakin berakar kuat di dalam Dia.
Tuhan memberkati.

Advertisements

Dalam Segala Sesuatu

Posted in Rohani on October 14, 2009 by yeziel

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8 : 28

mo share sesuatu disini, khususnya buat kalian yang aku tag…
selama perjalanan pulang dari PMK tadi, ayat ini terus menggaung di hati. Ada sesuatu yang luar biasa dari ayat ini :

  1. Allah bekerja dalam segala sesuatu, Dia mampu mengerjakan segala sesuatu yang sedang kita perjuangkan dalam hidup kita. Dia Maha Sanggup, sebab tidak terbatas kuasa-Nya
  2. untuk apa Dia mau mengerjakannya ? Untuk mendatangkan kebaikan, kalau pada finishnya nanti bukan hal – hal yang baik yang terjadi, berarti ada pertanyaan, “selain diri kita yang berjuang, siapa yang kita libatkan ?”
  3. lalu untuk siapa Dia mengerjakan semuanya itu ? bagi mereka yang mengasihi Dia lalu apa yang membuat kita menjadi orang – orang “yang mengasihi Dia” ?”
  4. yang membuat kita menjadi bagian dari “orang – orang yang mengasihi Dia” adalah ketika kita terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Bukan rencana kita sendiri. Bukan keinginan kita sendiri, rencana-Nya memang sangat besar dalam hidup kita. Sampai – sampai kita sering mengeluh ketika berjalan didalam rencana-Nya. Protes tentang kuliah kita yang berantakan, protes tentang adanya tantangan berat dalam pelayanan, protes tentang kondisi pekerjaan kita yang seringkali menuntut waktu terlalu banyak, protes ini dan itu dan lain – lain dan sebagainya.

masuk dalam rencana Allah itu memang anugerah yang luar biasa. Tapi kita dituntut untuk setia dan tekun sampai akhir, sampai akhirnya rencana Allah menghasilkan buah yang bisa mempermuliakan nama-Nya…

God Bless you !!!

Belajar dari Mikha

Posted in Rohani on October 10, 2009 by yeziel

“Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu, berkata kepadanya: “Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik.”
Tetapi Mikha menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya, apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku, itulah yang akan kukatakan.””

Mikha 22 : 13 – 14

Ikut pendapat kebanyakan orang. Itulah statement yang mendasari tindakan beberapa orang ketika mengambil keputusan. Mereka cenderung mengikuti sistem, tatanan atau kebiasaan kelompok tertentu tanpa mengetahui benar atau tidaknya keputusan atau tindakan tersebut. Hal itu kadang didasari oleh karena ketakutan, ketidakpedulian, kesetikawanan atau tidak punya prinsip sendiri. Itulah yang dialami Mikha. Ia harus melawan “nubuatan” 400 orang nabi – nabi yang dipercaya Ahab untuk mencari tahu tentang peluang kemenangan melawan Raja negeri Aram.

Posisi Mikha saat itu sangat tidak mengenakkan karena Ahab memang tidak suka dengan nubuatan yang disampaikan Tuhan melalui Mikha. Padahal apa yang disampaikan Mikha adalah suatu kebenaran yang memang menyakitkan bagi Ahab. Bagaimana dengan kita ? Beranikah kita mengungkap dan berpegang pada kebenaran ketika banyak orang – orang disekitar kita melakukan hal yang tidak benar. Dan beranikah kita tetap berpegang pada kebenaran dan menghadapi semua resikonya ?..

Selama kebenaran kita memiliki prinsip yang baik dan sesuai dengan nilai – nilai Firman dan norma yang ada, jangan takut untuk melangkah. Percaya dan lakukanlah meskipun banyak orang – orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan. Karena pada akhirnya nanti, kebenaranlah yang akan menang…

Tuhan memberkati…

Lembah Penentuan

Posted in Rohani on October 9, 2009 by yeziel

Pada suatu hari, terjadilah pertempuran antara bangsa Israel dan bangsa Filistin.  Kedua pasukan – pasukan mereka terpisah oleh lembah didepan mereka. Yang aneh adalah, dari pihak Filistin mengirimkan 1 orang wakilnya untuk turun ke lembah dan menantang orang Israel dan orang Israel menanggapi dengan gentar tantangan orang itu, seolah – olah pasukan Israel sangat ragu dengan kekuatan mereka. Nama orang Filistin itu Goliat. (1 Samuel 17)

Sobat, seringkali kita kondisi kehidupan kita mengambarkan kehidupan kita. Kita seringkali hanya berdiri menonton, menunggu dan bahkan gentar ketika melihat semua kesulitan dan tantangan hidup “mencemooh” dan “menantang” kita.Di otak kita cuma terisi dengan satu kata “KETAKUTAN”. Ketakutan membuat kita gentar, tidak percaya diri dan cenderung meragukan kemampuan yang sudah Tuhan beri dalam hidup kita. Ketakutan seringkali membuat kita memilih untuk bersembunyi dibanding menyelesaikan dan menghadapi masalah kita.

Namun kisah diawal tadi tidak berakhir dengan memalukan. Ada seorang anak muda yang berani menanggapi tantangan Goliat. Nama anak itu ialah Daud. Dia berani menghadapi Goliat di lembah penentuan. Bangsa Israel pun kalau dipikir tidak pernah menyangka, kalau Goliat akhirnya tewas ditangan seorang pemuda yang turun ke lembah hanya bersenjatakan 5 batu, 1 pelontar (umban), 1 tongkat dan tidak memakai perlengkapan perang apapun. Wow, amazing !!! (1 Samuel 17)

Apa yang membuat Daud sukses di Lembah Penentuan ?

  1. Rasa percaya yang besar dan ketergantungan dirinya kepada Allah. ” TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. (1 Samuel  17 : 37)”
  2. Tidak mengandalkan nasehat manusia. Coba baca bagaimana Saul menyangka bahwa semua perisai dan peralatan perangnya mampu melindungi Daud. Namun pada akhirnya Daud melepaskan semua perlengkapan perang tersebut. Dan terbukti juga bahwa pada akhirnya perlengkapan perang yang diberikan Saul benar – benar useless. Karena Allah sendiri yang bekerja membarikan hikmat pada Daud untuk memenangkan pertempurannya.
  3. Daud berani melangkah maju. Ini lah kunci terakhir kemenangan Daud. Dia berani maju melangkah menghadapi Goliat. Keberaniannya membuat dia menikmati keberhasilan.

Kemenangan Daud di Lembah Penentuan benar – benar membawa terobosan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, Daud menjadi orang kenamaan di Israel dan pada akhirnya dia menjadi raja yang luar biasa di Israel. Jika kita berani turun ke “Lembah Penentuan” dalam hidup kita, maka kita akan mampu menikmati keajaiban dan pertolongan Tuhan.

Beranilah mengambil langkah, percayalah pada kekuatan Allah dan jangan bersandar pada kekuatan kita sendiri. Tuhan memberkati

*kata – kata “Lembah Penentuan” hanyalah istilah yang saya gunakan

Yes, HE can

Posted in Rohani on August 5, 2009 by yeziel

“Tuhan itu mampu mengadakan apa yang tidak ada. Dan spesialnya lagi, Tuhan itu mampu meniadakan apa yang sudah ada. ”

Percaya kepada Dia. Berusaha di dalam nama-Nya. Jangan pernah menyerah karena kita tahu bahwa sesungguhnya anugerah-Nya lah yang menyempurnakan setiap pekerjaan tangan kita.

Tuhan memberkati….

Entah Kemana

Posted in Rohani on August 4, 2009 by yeziel

Malam ini saya merenungkan sesuatu tentang kisah Abraham. Buat saya, kisah Abraham ini kisah tentang kepercayaan kepada Tuhan yang sungguh – sungguh luar biasa. Bayangkan, Abraham sebenarnya keluar dari Ur-Kasdim tanpa tahu kemana arah ke  negeri yang dijanjikan itu. Itu merupakan “gambling” yang sangat tidak masuk akal. Abraham berjalan entah kemana tapi akhirnya sampai juga ke tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan itu. Yang jadi rahasianya cuma 1, kepekaannya terhadap suara Tuhan. Modal yang sangat luar biasa.

Asalkan ada kepekaan terhadap suara Tuhan, kita tidak perlu takut untuk melangkah di jalan yang nampaknya jalan itu merupakan jalan yang asing untuk kita lalui. Kepekaan terhadap suara Tuhan membuat kita tahu kemana Tuhan menuntun kita.

Tuhan memberkati….

Percepatan

Posted in Rohani on July 16, 2009 by yeziel

PERCEPATAN (dalam hal apapun) membutuhkan kerjasama 2 pihak, yaitu kita dan Tuhan. Tanpa kita bekerjasama dengan Tuhan, kita hanya bisa jadi penonton saja dalam kegerakan yang sedang Tuhan buat dalam kehidupan orang – orang-Nya. Ketika yang lain sudah menikmati buahnya, kita hanya akan duduk mengasihani diri dan menyesali semua waktu dan kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk kita mengalami percepatan.

PERCEPATAN membutuhkan pengorbanan dan jerih payah yang besar. Disanalah iman kita akan diuji, ketaatan kita akan dipertanyakan serta dedikasi dan integritas kita akan Tuhan koreksi. Tanpa kesiapan dan kepercayaan yang sungguh – sungguh terhadap rencana Allah yang besar dalam hidup kita, kita tidak akan bisa melihat sesuatu yang akan kita raih kedepan. Tapi selama kita terus percaya pada-Nya dan tidak sedikitpun meragukan rencana-Nya maka kita akan terus bisa menatap tegar kedepan sekalipun akan nampak badai besar yang siap mengoyahkan kita.

Tuhan Memberkati,